Liburan ke kota Kembang Bandung

Month: May 2014

Objek Wisata Perbukitan Karst/Kapur Citatah

Objek Wisata Perbukitan Karst/Kapur Citatah

Apakah anda sedang mencari tempat untuk liburan yang berbeda dari yang lain, mungkin mengunjungi objek wisata Perbukitan Karst/Kapur Citatah adalah jawaban yang cukup menarik untuk menjawab kegalauan anda. Tebing Citatah merupakan sebuah kawasan tebing yang terletak di kawasan Citatah di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di 5 km […]

Kebudayaan Kota Bandung

Kebudayaan Kota Bandung

Bandung memiliki suatu kebudayaan tersendiri yang di sebut dengankebudayaan Sunda. Sebelum membahas Kebudayaan Kota Bandung, terlebih dahulu akan membahas tentang arti kebudayaan. Kata “Budaya berasal dari bahasa sansekerta budhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata Buddhi yang berarti “budi” dan “akal”. Kebudayaan itu diartikan sendiri sebagai […]

Gamelan Sunda

Gamelan Sunda

Secara etimologis, gamelan berasal dari bahasa Jawa, yaitu gamel yang berarti memukul atau memainkan. Gamelan Sunda berkembang di pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Gamelan merupakan salah satu ensambel musik tradisonal yang paling populer dan dikagumi oleh warga Internasional. Gamelan sering digunakan sebagai musik pengiring pada kesenian tradisional wayang,  upacara adat, dan berbagai ritual. Satu perangkat gamelan paling tidak terdiri dari saron, gambang, panerus, suling degung, rebab, kecapi, bonang, kulanter,kendang,  jengglong, dan goong. Dari segi irama, gamelan Sunda dapat dibedakan dengan gamelan Bali dan gamelan Jawa. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih merdu dengan tempo lambat, berbanding terbaik dengan gamelan Bali yang cenderung rancak. Gamelan Sunda didominasi oleh suara suling atau rebab, sehingga lebih berkesan mendayu-dayu.

Tidak ada yang menyebutkan kapan tepatnya gamelan masuk ke tanah Sunda, tetapi tanda-tanda adanya kesenian ini di tatar Sunda dijelaskan dalam naskah Sang Hyang Siksa Kanda Ng Karesian, bahwa kesenian ini mulai masuk pada abad 16. Dalam naskah tersebut, dijelaskan bahwa pada waktu itu pemain gamelan disebut Kumbang Gending, dan ahli karawitan disebut Paraguna. Naskah Sewaka Darma menyebutkan bahwa gamelan sunda disebut juga Gangsa. Mulanya, gamelan sunda hanya terdiri atas bonang, saron panjang, jenglong, dan goong. Kemudian penambahan-penambahan waditra terjadi sesuai dengan kebutuhan musikal, misalnya penambahan kendang, suling, dan rebab.

gamelan sunda
Gamelan Sunda

Bupati Cianjur, RT Wiranatakusumah V (1912—1920) sempat melarang permainan gamelan yang disertai dengan nyanyian, karena membuat suasana menjadi kurang khidmat. Setelah diangkat menjadi bupati Bandung pada tahun 1920, beliau memboyong gamelan dari pendopo Cianjur ke pendopo Bandung, berikut para nayaga. Gamelan bernama Pamagersari ini memukau saudagar Pasar Baru Bandung keturunan Palembang, bernama  Anang Thayib. Ia tertarik menggunakannya dalam acara hajatan dan memohon ijin pada Bupati sekaligus sahabatnya itu. Sejak itu, degung digunakan untuk perhelatan umum.

Terdapat tiga jenis gamelan yang berkembang di tanah Sunda, antara lain gamelan renteng, gamelan salendro atau pelog, dan gamelan ketuk tilu. Gamelan salendro biasanya digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari-tarian, kliningan, dll. Sehingga gamelan salendro menjadi gamelan yang poluler diantara jenis gamelan yang lain. Gamelan Renteng berkembang di beberapa tempat, salah satunya di Batu Karut, Cikalong. melihat bentuk dan interval gamelan renteng, ada pendapat bahwa kemungkinan besar gamelan sunda yang sekarang berkembang bermula dari gamelan renteng. Adapun Gamelan Ketuk Tilu biasanya dipakai untuk mengiringi kesenian ketuk tilu, ronggeng gunung, ronggeng ketuk, doger, dan topeng banjet.

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Calung merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang terdiri dari deretan tabung bambu yang disusun berurutan dengan tangga nada pentatonik dan dimainkan dengan cara memukul bagian bilah atau tabungnya.Bambu yang dipakai untuk membuat alat musik calung berasal dari jenis awi temen(Gigantochloa Atter (Hassk.) Kurz) atau awi wulung(Gigantochloa Atroviolacea Widjaja). […]